kepalangmerahan

KEPALANGMERAHAN



Riska Putri Amalia(31)
X AP2
SMK Negeri 1 Batang

                








Kata Pengantar


Segala puji bagi Allah SWT Yang Maha Esa karena atas rahmat dan hidayahnya. Saya dapat menyelesaikan buku yang berjudul “KEPALANGMERAHAN” ini dengan baik,walaupun mungkin masih banyak kekeliruan ataupun salah kata didalam proses pembuatannya. Penyusunan buku ini dalam rangka memenuhi tugas mata pelajaran Simulasi digital yang diampu oleh Bu Rizkinia Zela K S.Pd.
Dalam proses penyusunan buku ini tak lepas dari bantuan, arahan, dan masukkan dari Bu Zela selaku guru mapel dan juga saya mengambil beberapa info dari beberapa blok yang ada di Internet. Maka dari itu saya ucapkan banyak terimakasih kepada bu Zela karena telah memberi arahan kepada saya dalam menyelesaikan tugas ini.

          Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi kita semua.


Batang, Maret 2018

Riska Putri Amalia




Daftar Isi




BAB 1 PENDAHULUAN

 

 

SEJARAH LAHIRNYA GERAKAN

Pada tanggal 24 Juni 1859 di desa Solferino, Italia Utara, seorang pengusaha yang bernama Jean Henry Dunant berasal dari kota jenewa, Swiss melakukan perjalanannya untuk menemui Kaisar Prancis, Napoleon III untuk melakukan bisnis ditengah perjalanan dia melihat pertempuran sengit antara Prancis dengan Austria sekitar 40.000 tentara terluka sedangkan korps medis militer kewalahan dan tidak mampu untuk menangani banyaknya prajurit korban perang tersebut. Hal itu membuat hati Henry Dunant tergetar dengan penderitaan tentara yang terluka, akhirnya Henry Dunant mengajak penduduk desa tersebut untuk bekerja sama membantu korban perang tanpa memandang apakah itu lawan atau kawan, mereka membawa korban ke sebuah gereja sebagai rumah sakit darurat. Dengan niat yang tulus Henry Dunant tanpa mengenal lelah merawat korban yang terluka dan menuliskan pesan terakhir  yang disampaikan oleh tentara kepada keluarga mereka sehingga Henry Dunant tidak mementingkan tujuan sebenarnya dia ke desa tersebut.
Beberapa hari kemudian, Henry Dunant ke Swiss, dia menuliskan kesan dan pengalaman tersebut kedalam sebuah buku berjudul "Kenangan dari Solferino",



Buku “A Memory Of Solverino” yang artinya dalam bahasa Swiss “Un Souvenir De Solferino”

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeybb8Naxl0V9XxSxfa-sYRos_plKl0zN_qCXrDTVkuQxfF03s2YBFFMlG4prDVWfARjYn5eDgRU8WltA24J1XKAF7TD1OmKP8ygu1cO81TpD1_xTp7vZh25ZnWYjD_BTnoFwXBrta8qM/s320/Untitled-2.jpg

Yang menggemparkan seluruh Eropa pada tahun 1862. Dalam bukunya, Henry Dunant mengajukan dua gagasan :

* Pertama, agar disetiap Negara dibentuk sebuah kelompok relawan yang tugasnya mengurus korban perang.
* Kedua, mengadakan perjanjian internasional guna melindungi prajurit yang cedera di medan perang serta perlindungan sukarelawan dan organisasi tersebut pada waktu memberikan pertolongan pada saat perang.






ICRC (International Committee of the Red Cross)


Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM54JTSyXbwAdMj6cYmVrCQ5vAXu9PFgrP-oZU55DvxPfRwa0aFdKQP4kSQLKlUXcGYh7BBNfMZZRrKqYu723mkPMtx2L_02UMScAYlXI9vAGRzb4ChoOrj48SV9qHwPakIgFwoz_A1p0/s1600/ICRC.jpg


Pada Februari tahun 1863 di Ganeva(Swiss),  Di bentuk pantia 5 yaitu :
ü Jean Hendry Dunant (8 Mei 1828-30 Oktober  1910)

          Description: HENRY DUNANT 2.jpeg 

ü G.H Dufour
ü Gustave Moynier
ü Dr. Louis Apiia
ü Dr.Th Maunior
Description: dada.jpeg
ü   Florence Nightingale

 Description: index.jpeg

·         Penghargaan :
v Tahun 1883 “The Royal Red Cross”
v Tahun 1907 “Order Of Merf”
membentuk sebuah organisasi yang bernama
"Komite Internasional untuk bantuan para tentara yang cedera", yang sekarang disebut Komite Internasional Palang Merah atau International Committee of the Red Cross (ICRC) bermarkas besar di Jenewa, Swiss.

Statuta ICRC :
  • Melindungi dan mempromosikan penghormatan kepada prinsip-prinsip dasar gerakan, demikian juga dengan penyebarluasan pengetahuan HPI yang dapat dipakai dalam konflik bersenjata;
  • Mengakui semua Perhimpunan Nasional yang dibentuk berdasarkan persyaratan yang tercantum dalam statuta gerakan;
  • Mengemban tugas yang diberikan oleh Konvensi Jenewa dan memastikan bahwa HPI dilaksanakan dangan setia.
  • Melaksanakan mandat yang dipercayakan kepadanya oleh Konferensi Internasional

IFRC (International Federation of the Red Cross and Red Crescent Societis)

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfgXdRlBesRsCjSoiKMLv8Jq93nyA5F4kRH0g2AREO9VrDmq8P0RgpgrJry5lH-erDi3k7Zb71UN5RhwC4aGRDLEd90zcB94KSj7mEZcdlu9PHb2ImdKc4alKNHoBV78tMxbiA1VmBvVA/s1600/IFRC+1.jpeg


Pembentukan IFRC
IFRC didirikan pada tahun 1919 dan diprakarsai oleh Henry Davidson di Ganeva(Swiss)
Selama berkecamuknya Perang Dunia I (8 Juli 1914 – 10 Nopember 1918) perhimpunan Palang Merah Nasional, terutama di Eropa,mengemban tugas yang sangat berat. Perang yang menelan korban kurang lebih 12 juta orang berlangsung pada saat di mana masih kurangnya hukum-hukum Internasional yang dapat mengendalikan dan mengawasi perilaku perang dari negara-negara yang terlibat.
Lambang Palang Merah terlihat di mana-mana sebagai tanda betapa pentingnya peran Palang Merah sebagai suatu organisasi kemanusiaan pada saat trjadinya persengketaan bersenjata.
Setelah berakhirnya PD I timbul pemikiran untuk membentuk Liga perhimpunan Nasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah guna mengkoordinasikan usaha-usaha yang diarahkan pada kesehatan dan kesejahteraan umat manusia.
Saat itu Henry P Davison, presiden dari American Red Cross Perang Komite, yang mengusulkan pembentukan sebuah federasi dari Perhimpunan Nasional. Sebuah konferensi medis internasional yang diprakarsai oleh Davison mengakibatkan lahirnya Liga Perhimpunan Palang Merah, yang berganti nama pada bulan Oktober 1983 untuk Liga Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, dan kemudian pada November 1991 untuk menjadi Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.



Statuta IFRC :
1.     Bertindak sebagai badan penghubung dan koordinasi permanen dari Perhimpunan-Perhimpunan Nasional;
2.     Memberikan bantuan kepada Perhimpunan Nasional yang mungkin memerlukan dan memintanya;
3.     Mempromosikan pembentukan dan pengembangan Perhimpunan Nasional;
4.     Mengkoordinasi operasi bantuan yang dilaksanakan oleh Perhimpunan Nasional dalam rangka membantu korban bencana alam dan pengungsi di tempat di mana tidak ada konflik bersenjata
Pada tahun 1864, Konvensi Jenewa yang pertama yaitu mengenai perbaikan kondisi prajurit yang terluka dalam perang di darat, di adopsi oleh konfensi diplomatic.
Lambang yang dipakai ialah palang merah dengan latar belakang berwarna putih. Konvensi ini kemudian disempurnakan dan dikembangkan menjadi Konvensi Jenewa I, II, III dan IV tahun 1949 atau juga dikenal sebagai Konvensi Palang Merah . Pada Konvensi ini berkesimpulan melindungi :
1. Prajurit yang terluka dan sakit dalam perang di darat
2. Prajurit yang terluka, sakit dan yang kapal perangnya karam dalam perang dilaut
3. Tawanan perang
4. Orang sipil dalam masa konflik bersenjata



Setelah berkembang ICRC masih mengkhususkan diri dalam membantu para korban konflik bersenjata dengan cara :
1. Memberikan bantuan darurat kemanusiaan dan bantuan medis kepada penduduk sipil
2. Mengunjungi tawanan perang dan tahanan politik
3. Meneruskan berita keluarga dan mempersatukan kembali keluarga yang terpisah
4. Mengajarkan ketentuan – ketentuan konvensi Jenewa dan prinsip – prinsip Palang merah dan Bulan sabit merah.

Sejak 1919, semua perhimpunan berada dalam sebuah federasi yaitu federasi internasional perhimpunan – perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Sekarang telah berdiri 181 perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Nasional. Walaupun perhimpunan – perhimpunan terus bekerja pada masa konflik bersenjata, mereka juga banyak melakukan kegiatan pada masa damai, misalnya :
·        Kegiatan donor darah, pencegahan penyakit, pemberian bantuan kepada pengungsi dan mereka yang membutuhkan, pemberian Pertolongan pertama
·        Federasi juga mengkhususkan diri dalam memberikan bantuan darurat kemanusiaan kepada korban bencana alam, federasi juga mengkoordinasi kegiatan perhimpunan – perhimpunan nasional ditingkat internasional.







BAB 2 LAMBANG


Lambang digunakan sebagai identitas seseorang didalam suatu kelompok, daerah ataupun ras.

SEJARAH TERBENTUKNYA LAMBANG 

1       Lambang Palang Merah

           Tahun 1863, konferensi Internasional diselenggarakan di Janewa (Swiss) dan mengadopsi Lambang Palang Merah di atas dasar putih sebagai tanda pengenal Perhimpunan Nasional Palang Merah yang merupakan kebalikan dari Bendera Nasional Swiss.
Tahun 1864, konvensi Janewa yang pertama menyatakan lambang Palang Merah di atas dasar putih secara resmi diakui sebagai tanda pengenal pelayanan medis angkatan bersenjata. Pada Konvensi Janewa tahun 1906, waktu peninjauan kembali terhadap Konvensi Janewa tahun 1864, barulah ditetapkan lambang palang merah tersebut sebagai penghormatan kepada Henry Dunant yang berasal dari negara Swiss.

Fungsi lambang :
1)    Sebagai tanda perlindungan(di waktu perang)
2)    Sebagai Tanda Pengenal (di waktu perang dan damai)
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJgOCyH10Noy1FoOsvgTCtAtjOJNVIVnVKltXw8pjcZT5ntTCT45pP4rYGC6sEPqasH7uzMQPXz09NORYX24nKHuxp4rCBcrG5ceq0WC6IGIHMn0D_hYoWjgykUV3vaXlOKGwb1zmSHC0B/s1600/gk+tau.jpg

Lambang Palang Merah

2       Lambang Bulan Sabit Merah



         Banyak orang yang berasumsi bahwa lambang palang yang ada pada lambang Palang Merah merupakan suatu simbol agama, dan pada tahun 1876 saat perang di Balkan terjadi kesalah pahaman dari negara Turki yang membunuh banyak pekerja sosial yang memakai ban lengan dengan lambang palang merah. Kemudian mulai mereka mengajukan gagasan untuk menggunakan lambang Bulan Sabit Merah sebagai pengganti lambang Palang Merah dan gagasan ini pelan-pelan mulai diterima.



Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxqbtVQyOibhyphenhyphen71ikPIaitX3hL2V7Hs6kYCN7Pt17qK9xZr4nKaA88kmNw2OjB7CGZQ31h6k6kSRxgNx7PzRX48DIGMZGT9V0gCp_yX6AMDZbkexcZYnYuBifU458j3hFnHRycuAh7QS8T/s1600/XBULAN.jpg

Lambang Bulan Sabit Merah


3       Lambang Kristal Merah

          Tahun 2005 Kristal Merah diatas dasar putih diadopsi menjadi lambang alternatif apabila di suatu negara terjadi konflik bersenjata/perang atau bencana, maka negara yang menggunakan Lambang Palang Merah atau Bulan Sabit Merah, ICRC dan IFRC dapat menggunakannya secara khusus untuk kegiatan kepalangmerahan yang dilaksanakan di daerah tersebut.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigELytGfwhEXk_Q-0bW2U6rw3x23OM1Dn0gs9BcBDcvEbxgMzTLoO92RHvodS4i4DmoJfHK9f_GDrPdT8Scc9tJXKO3RpDDzcbr5330-TCaf_55XsEtT3HkYLkNnhYwrNWenp6JN-tcsNr/s1600/bsm.jpg

Lambang Kristal Merah

 Fungsi Lambang
  
Lambang memiliki 2 fungsi, yaitu :

1   Sebagai Tanda Pengenal 
   Lambang digunakan pada masa damai atau pada saat tidak terjadi konflik, perang atau pada saat tidak terjadi bencana. Gunanya adalah sebagai tanda pengenal
2   Sebagai Tanda Perlindungan 
   Lambang digunakan ketika konflik, perang atau saat bencana terjadi. Fungsinya, untuk memberitahukan bahwa seseorang adalah anggota Gerakan dan menandai personel medis militer, sehingga harus dilindungi.

Penyalahgunaan Lambang
Lambang yang tidak digunakan secara benar disebut dengan penyalahgunaan lambang. Ada beberapa macam penyalahgunaan yaitu :
 1.  Peniruan
2. Penggunaan lambang yang tidak tepat
3. Pelanggaran berat

BAB 3 Organisasi-organisasi Kemanusiaan



Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-0vk8y7aHG5vytrKuiuC2gVuO3DLTCDQ2ZVPTDksFvYvC8ExzAOSeEloA-R2DaRXAAo5QOxV8T1e9oNwx7aAc_lTpGIpWQ5nIMWQ50QykNTIgZ97dZwerRG6zHX7jebmEdWJS3ehxIUM/s1600/LAMBANG+PMI+1.jpg


21 Oktober 1873 Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan Palang Merah di Indonesia dengan nama Nederlandsch Roode Kruis Afdeling Indie (NERKAI) yang dipimpin oleh orang Belanda.
-     1939, Dr. RCL SENDUK dan BAHDER DHOHAN berkeinginan untuk mendirikan PMI, namun usaha tersebut mendapat penolakan dari pemerintah Belanda.
-     1940 cita-cita tersebut dikemukakan kembali dalam Konferensi NERKAI, namun ditolak kembali sampai akhirnya terjadi perang dunia 2, cita-cita mendirikan PMI belum terlaksana.

b.     Masa Penjajahan Jepang

-     1942-1944 Pada penjajahan Jepang, gagasan ini dirintis kembali oleh kedua tokoh tersebut
-     Namun rencana tersebut masih belum juga terlaksana karena mendapat penolakan dari DAI NIPON

c.                 Setelah Prokamasi Kemerdekaan RI

-     3 September 1945 dikeluarkan perintah Presiden RI Soekarno kepada Dr. Boentaran Martoatmodjo (Menkes RI) untuk membentuk PMI
-     5 September 1945 Dr. Boentaran membentuk
                                                                             dr. Mardjoeki
                                                                             dr. Sitanala
-     17 September 1945 PMI berdiri, Panitia 5 berhasil menyusun Pengurus Besar PMI. Mereka dilantik oleh Wakil Presiden Drs. Moh. Hatta atas nama Pemerintah bertempat di Jl. Surya No. 1 Jakarta
o   Kepengurusan PMI periode awal

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWU6Meu_gqza5c7Ip94R0QGxdTRzjeqgnMcWBtOYMUFgAYh79VislCbJydxhtCnGdAvlZDbH14vrW4f6-ILfcFOSrs1yfdUgOXIFemwwVhyLA4B_RjSYwxwUvQGzOLeupzc4JUqkCrsDE/s1600/index.jpeg

                 Badan Penulis      : dr. R. Mochtar
                                              dr. Bahder Djohan
                                              Mr. Santoso
                 Bendahara            : Mr. Saubari



-          25 September 1945
-          16 Januari 1950

-          16 Oktober 1950

B.         PMR (Youth Red Cross)


Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiqmnXAzwyw_AGUFb8FSSe_MuTuNa_CyqSS0Des-0M4WwfowL4saYSA8vMeUqWqJC0BTBsRqhgw0Y7ncZ1qgkkrxuTW4ROK-yXq-Ofxrz_lMyrDvI5SdkP9rhFAT-Zpi0ZHRmGTH7coEs/s1600/WIRA.jpgDescription: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXsPlKw0m8hCkQGhWQNhQYebEJPk4Ec3OKh3hh2a80orJKtKIQG9ei6UQDpepdUhbWWCV3v_m0_b1-JFm9ZEXGMXCzzMpTKRGElcT21IUV7Gy06aAjuALjtr_Hsq7T0exUEpgRB3vrIKw/s1600/MULA.jpgDescription: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKjFsgHBEeJjMM0L88OnWtv6jWvutwhdvwSZtcteh9DQBR8YJ2i6ELsLQojNa-tWzSIBpfDqty5h-shM2GOPJnY2uhaRfnhcLf_2sx_2xAWS113qrWsKfrYShyphenhyphen1mT_y0UaBdNZ6mbDYRQ/s320/_PALANG+MERAH+REMAJA+smk+ranti+mula.jpg


Terbentuknya Palang Merah Remaja dilatar belakangi oleh Perang Dunia I (1914-1918) pada waktu itu Australia sedang mengalami peperangan. Karena Palang Merah Australia kekurangan tenaga untuk memberikan bantuan, akhirnya mengerahkan anak-anak sekolah untuk membantu sesuai dengan kemampuannya. Mereka diberikan tugas-tugas ringan seperti mengumpulkan pakaian-pakaian bekas dan majalah-majalah serta Koran bekas. Anak-anak tersebut terhimpun dalam suatu badan yang disebut Palang Merah Remaja (Youth Red Cross).
Tahun 1919 di Wina Swiss dalam sidang Liga diputuskan bahwa Palang Merah Remaja menjadi satu bagian dari perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Kemudian usaha tersebut diikuti oleh Negara-negara lain. Dan tahun 1960, dari 145 Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah sebagian besar sudah memiliki Palang Merah Remaja.
Di Indonesia pada Kongres PMI ke-IV tepatnya bulan Januari 1950 di Jakarta, PMI membentuk Palang Merah Remaja yang dipimpin oleh  Ny. Siti Dasimah dan Paramita Abdurrahman. Pada tanggal 1 Maret 1950 berdirilah Palang Merah Remaja secara resmi di Indonesia. Sebelumnya pada awal pendirian bernama Palang Merah Pemuda (PMP) kemudian menjadi Palang Merah Remaja (PMR).




C.         ICRC (International Committee of the Red Cross)

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM54JTSyXbwAdMj6cYmVrCQ5vAXu9PFgrP-oZU55DvxPfRwa0aFdKQP4kSQLKlUXcGYh7BBNfMZZRrKqYu723mkPMtx2L_02UMScAYlXI9vAGRzb4ChoOrj48SV9qHwPakIgFwoz_A1p0/s1600/ICRC.jpg
Tahun berdiri       : 1863
Markas                 : Geneva (Swiss)
Mandat                :
-       Memelihara dan menyebarluaskan Prinsip Dasar.
-       Memberikan pengakuan terhadap setiap Perhimpunan Nasional.
-       Melaksanakan tugas yang dibebankan oleh Konvensi-konvensi Jenewa.
-       Setiap saat berupaya sebagai suatu lembaga netral yang melaksanakan kegiatan kemanusiaan.
-       Menjamin bekerjanya Kantor Pusat Pelacakan (The Central Tracing Agency) yang diitetapkandalam Konvensi Jenewa.
-       Membantu melatih petugas kesehatan dan menyediakan alat-alat kesehatan.
-       Menyebarluaskan pengertian dan diseminasi HPI yang berlaku pada saat terjadi konflik bersenjata.
-       Menjalankan mandat yang dipercayakan oleh Konferensi Internasional.
ICRC mempunyai slogan yaitu:” Inter Arma Caritas” (latin) = Bantuan diantara pertikaian atau “Amid Conflict  Charity” (Inggris)

D.    IFRC (International Federation of Red  Cross and Red Crescent Societies) 

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfgXdRlBesRsCjSoiKMLv8Jq93nyA5F4kRH0g2AREO9VrDmq8P0RgpgrJry5lH-erDi3k7Zb71UN5RhwC4aGRDLEd90zcB94KSj7mEZcdlu9PHb2ImdKc4alKNHoBV78tMxbiA1VmBvVA/s1600/IFRC+1.jpeg


Tahun berdiri       : 1919
Pemrakarsa : Henry Davidson (Warga Negara Amerika)
Markas                 : Geneva (Swiss)
Mandat                  : Fungsi dan Tugas Federasi 

-     Sebagai badan penghubung, koordinator, dan pendidik diantara perhimpunan-perhimpunan nasional dan memberikan bantuan yang mungkin dibutuhkan mereka.
 -   Mendorong dan memajukan berdirinya suatu perhimpunan nasional dari setiap negara.
-   Memberikan bantuan dengan segala cara yang dapat dilakukan kepada para korban bencana.
- Membantu perhimpunan nasional dalam kesiagaan pertolongan terhadap korban bencana alam termasuk pengaturannya.
Mengatur dan mengoordinasikan bantuan internasional secara langsung dan sesuai denganketentuan serta prinsip-prinsip internasional.
-  Mendorong dan mengkoordinasikan keikutsertaan perhimpunan nasional dalam kegiatanpemeliharaan kesehatan dan memajukan kesejahteraan sosial masyarakat dengan carakerjasama dengan pejabat-pejabat yang berwenang setempat.
-   Mendorong dan mengkoordinasikan pertukaran gagasan di antara perhimpunan nasional untukmendidik anak-anak dan remaja demi tercapainya cita-cita kemanusiaan dan perkembanganpersahabatan di antara mereka di semua negara.
-    Membantu perhimpunan nasional dalam menanamkan prinsip-prinsip serta cita-cita dari GerakanPalang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.
-    Memberikan pertolongan kepada para korban pertikaian bersenjata sesuai dengan persetujuanyang ditandatangani dengan Komite Internasional Palang Merah.
-  Membantu komite internasional dalam memajukan dan mengembangkan Hukum Perikemanusiaan Internasional dan bekerjasama dengannya dalam menyebarluaskan HPI danPrinsip-prinsip Dasar Gerakan pada Perhimpunan Nasional.
-    Menjadi wakil resmi dari anggota perhimpunan nasional di kawasan   internasional, antara lainmengambil keputusan dan rekomendasi yang telah disetujui dalam musyawarah dan menjagakeutuhan perhimpunan nasional serta melindungi kepentingannya.
-       Menjalankan mandat yang dipercayakan padanya oleh Konferensi internasional.
Slogan                  :
Federasi mempunyai slogan yaitu ;”Per Humanitatem Ad Pacem”   
(latin)=Perdamaian melalui kemanusiaan “Trough Humanity To
Peace” (inggris)

E.       Perhimpunan Nasional

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhx5sI4XpkOTcj6SBn3dge597qSnKRus16QnZ-Xb9nE07bb9SMUAF7ycqSDkaHdjv-4L79Hs6WILclAsOIQdv7IEzk8_UPcP5AqSqOZyJNq4acBVEp4kZtxzrFtgLzxbgeX4tZl8RDu0AQ/s1600/pn.jpeg

Markas                   : Perhimpunan Nasional Palang Merah atau Bulan Sabit Merah, yang didirikan hampir di setiap negara di seluruh dunia, yang kini berjumlah 176 Perhimpunan Nasional, termasuk Palang Merah Indonesia.

 Tahun Berdiri         : 1864

Mandat                    : Kegiatan perhimpunan nasional beragam seperti bantuan darurat pada bencana, pelayanan kesehatan, bantuan sosial, pelatihan P3K dan pelayanan transfusi darah.

Persyaratan pendirian :


* mendapat pengakuan dari pemerintah negara yang sudah menjadi peserta Konvensi Jenewa
* menjalankan Prinsip Dasar Gerakan
Bila demikian ICRC akan memberi pengakuan keberadaan perhimpunan tersebut sebelum menjadi anggota Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.



BAB 4 THE LAW OF HUMANITER


Pengertian Hukum Perikemanusiaan Internasional (HPI)

 

Hukum Perikemanusiaan Internasional adalah seperangkat aturan yang karena alasan kemanusiaan dibuat untuk membatasi akibat-akibat dari pertikaian bersenjata. Hukum ini melindungi mereka yang tidak atau tidak lagi terlibat dalam pertikaian dan membatasi cara-cara dan metode peperangan. Hukum Perikemanusiaan Internasional adalah istilah yang digunakan oleh Palang Merah Indonesia untuk Hukum Humaniter Internasional (International Humanitarian Law). Istilah lain dari Hukum Humaniter Internasional ini adalah "Hukum Perang" (Law of War) dan "Hukum Konflik Bersenjata" (Law of Armed Conflict).

B.    Konvensi-konvensi Jenewa yang merupakan International Humanitarian Law.


         Terdiri dari berbagai aturan yang berlaku pada masa konflik bersenjata, dengan tujuan melindungi orang yang tidak, atau sudah tidak lagi  ikut serta dalam permusuhan, antara lain:
1.       kombatan yang terluka atau sakit
2.       tawanan perang
3.       orang sipil
4.       personel dinas medis dan dinas keagamaan

 

C.      Konvensi Geneva 1949


1.    Konvensi Jenewa Pertama, mengenai Perbaikan Keadaan Anggota Angkatan Bersenjata yang Terluka dan Sakit di Darat, 1864
2.    Konvensi Jenewa Kedua, mengenai Perbaikan Keadaan Anggota Angkatan Bersenjata yang Terluka, Sakit, dan Karam di Laut, 1906
3.    Konvensi Jenewa Ketiga, mengenai PerlakuanTawanan Perang, 1929
4.    Konvensi Jenewa Keempat, mengenai Perlindungan Orang Sipil di Masa Perang, 1949


D.      Protokol Tambahan Konvensi Geneva 1977


1.    Protokol I (1977), mengenai Perlindungan Korban Konflik Bersenjata Internasional
2.    Protokol II (1977), mengenai Perlindungan Konflik Bersenjata Non-internasional
3.    Protokol III (2005), mengenai Adopsi Lambang Pembeda Tambahan
    *)Konvensi Geneva dan Protokol Tambahan memiliki 600  pasal.
               



DAFTAR PUSTAKA


http://biakmane.blogspot.co.id/2014/07/materi-kepalang-merahan-mengenal.html

http://andriarfansyah.blogspot.co.id/2015/12/gerakan-kepalangmerahan-assalamualaikum.html



Komentar