Si cupu

Si Cupu


Sherli arafah nama palsu dari diriku yang selama ini menjadi topeng bagiku demi mendapatkan teman yang bisa menerimaku apa adanya dan terutama untuk menuntaskan masalah pembulian di sekolah bokap yang ada di Indonesia. Wehee... Keren nggak tuh:v
Dengan topeng sherli pribadi gue menjadi pemalu dan sering di katain dengan sebutan si “CUPU”.
 ♥️
Jakarta, 28 Juni 2018 pukul 06.00 WIB
Bandara Soekarno Hatta, pesawat bernomor terbang H-27108 mendarat dengan halus di bandara tersebut yang menerbangkan sekitar 80 orang yang berasal dari England termasuk gue dan ketiga Bodygard gue, eh maksudnya aku. Aku langsung menuju halaman Bandara untuk menemui supir atau bisa disebut satpam juga yang nantinya akan menemaniku selama di Indonesia dan tinggal bersamaku disebuah rumah sederhana yang dipenuhi dengan gazebo.
 “Oh ya pak? Sekarang jangan panggil aku non ataupun sherlyn panggil saja sherli, karena aku disini sedang menyamar menjadi orang yang sederhana dan Pak arman sama Bi Ijah menjadi orang tua abal-abal Sherlyn selama di Indonesia. Mau kan?” Ujar Sherlyn di tengah perjalanan menuju rumahnya di Jakarta.
“Jika menurut neng itu bagus, saya mah manut aja neng.” Sherlyn menjadi tambah bersemangat mendengar ucapan pak Arman.
 ♥️
Jam sudah menunjukkan pukul 06.00 WIB dimana gue udah siap dengan penampilan yang baru. Kepang dua, seragam yang kebesaran, kaca mata bulat yang sudah bertengger di hidungku selayaknya seorang cewe cupu dan sepeda tua yang gue pinjem dari Pak Arman serta tak lupa pula gue ngebuat seakan akan kulit gue itu dekil. Gue pastiin lagi dandanan gue dengan ngeliat cermin dan wow beda 180° gezz... Seakan akan gue gak ngenalin diri gue sendiri. Setelah mastiin dandanan gue udah beres gue langsung cuss berangkat ke sekolah, diperlukan waktu 20 menit agar gue bisa sampai di sekolah.  Sekolah yang gue masuki ini merupakan sekolah favorite milik bokap gue, nama sekolahnya adalah SMA Nusa Cendekia disitulah kisahku dimulai. Oh ya, gue masuk di kelas 11 MIPA 1 agar penyamaran gue makin top markotop. Di sekolah dan di kelas inilah kisah dimana gue harus nutupin jati diri gue dan diharuskan bersikap layaknya orang yang lemah dan tak berdaya.

Setibanya disekolah gue langsung menyusuri koridor untuk mencari ruang kepala sekolah, ditengah perjalanan menuju ruang kepala sekolah semua siswa menatapku sambil berbisik bisik mengenai penampilanku. Yah aku sudah bisa menebaknya, dan aku mencoba untuk menyapa mereka dengan senyuman dan hanya dibalas dengan membuang muka begitu saja. Karena gue udah hafal dimana letak ruang kepala sekolah, jadi gue langsung cuss ke ruang kepala sekolah karena kebetulan kepala sekolah di sini merupakan budheku sendiri dan sebelum gue memutuskan buat berpenampilan cupu gini gue kemarin nyempetin dateng ke sekolah untuk sekedar melihat-lihat. Setibanya di kantor, gue langsung meluk aja budhe gue dari belakang dan tiba-tiba budhe gue langsung loncat dari kursi dan yang paling parah dia nggak ngenalin keponakannya sendiri. "eh, kamu siapa main masuk sama main meluk saya dari belakang? Kamu murid baru ya?" kata budheku. "yaampun budhe, masak nggak ngenalin keponakannya sendiri si. Ini sherlyn budhe... Cuma penampilan sherlyn aja yang beda." ucapku sambil cemberut. "Masyaallah, ini beneran sherlyn keponakan budhe? Yaampun budhe lupa padahal kamu kemarin udah bilang ke budhe kalau kamu mau nyamar. Hehe.. Maafin budhe ya" ucap budheku. "iya budhe sherlyn maafin. Oh ya, jangan manggil sherlyn ya budhe. Panggil aja sherli, itu nama samaran sherlyn. Btw dimana kelas sherlyn budhe?" ucapku. " sini budhe anterin nemuin wali kelasmu" ucap budhe sambil narik tangan gue. Gue dianter budhe ke ruang guru buat nemuin wali kelas gue, dan kalau gue lihat wali kelas gue itu kelihatannya baik, cantik pula. "Bu Melati, ini ada murid baru di kelas ibu. Tolong antar ke kelas ya bu, namanya sherli. Saya pergi dulu bu" ucap budhe sambil ninggalin kantor. 
Setibanya di kelas... 
“Ehm anak anak, tolong jangan ribut..! Pagi ini ibu membawa teman baru untuk kalian” Teriakan Bu Melati sontak membuat seisi kelas menjadi hening seketika. “Sherli, ayo silahkan masuk.”
Terdengar suara langkah kaki ku yang ragu masuk perlahan kedalam kelas, dan tiba tiba saja...
Brukkk....
“Hahahaha” Tawa lepas semua anak dikelas. “Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi..Aku tenggelam dalam lautan luka dalam” Sahut salah satu siswa di kelas dan yang kutahu nama siswa itu adalah andi. Nyanyian andi tersebut mengundang tawa dari semua anak yang berada dikelas tersebut.
 “Sabar Sherlyn ini baru awalan, kamu  masih punya banyak hal yang lebih penting dari ini. Tahan  rasa malu mu.” Batinku
 “Maaf, maaf” Ucapku seraya bangkit dan mengembalikan keseimbangan.
“Diam semua..!” Teria Bu Melati untuk mengkondusifkan kembali kelas. “Ayo sherli perkenalkan dirimu.” Yang kemudian dibalas dengan anggukan dariku
“Selamat pagi teman teman, perkenalkan namaku sherli, Sherli Arafah tepatnya. Salam kenal dan mohon bimbingannya”ucapku diiringi senyuman yang memunculkan lesung pipit ku:))
"Nah anak-anak, apakah ada yang ingin ditanyakan kepada sherli?" ucap bu melati
"sherli kamu gak pernah mandi ya" "sherli kamu sekolah disini karena dapet beasiswa ya?" "pastinya lo anak orang gak mampu ya?" "ngapain lo sekolah disini si, ganggu banget tau nggak." dan masih banyak pertanyaan yang berbondong-bondong menyerbuku.“Anak-anak tolong jaga tutur kata kalian!! Sherli, kamu bisa duduk disamping Angel.” Kata bu Melati “Iya bu terimakasih banyak” ucapku sebelum Bu Melati meninggalkan ruangan.
Terdengar suara bisik bisik dari teman sekelasku. Mereka masih memperhatikanku dan melihat bagaimana adegan selanjutnya yang akan terjadi antara aku dengan angel. Itu karena angel merupakan salah satu ketua geng di sekolahku.
“Hei angel, bolehkah aku duduk disini.” Ujarku sambil menaruh tas di bangku
 “Eh, ngapain lo duduk di sebelah gue, walaupun kata bu Melati lo disuruh duduk disini. Bukan berati gue mau ya duduk sama lo! Jadi mending lu cari tempat yang lain aja PU” Ujar angel yang mulai memanas.
“PU?” Tanyaku heran sambil memperhatikan tasku yang dilemparnya ke lantai
“CU.PU” Jawab angel singkat sambil tertawa terbahak bahak. “hahahahahahahaha, CUPU CUPU CUPU... hahahahaahahaha” Teriakan semua murid mengolok olokku tentunya.
Aku tidak memperdulikan olok olokan mereka, aku hanya mengambil tasku dan beruntungnya masih ada kursi yang kosong.
"ehm.. Permisi, bisakah aku duduk di sini?"
“eh bisa kok, dengan senang hati..”  Ujarnya
“terimakasih ” Ucapku sambil tersenyum lega
“No problem” Ucapnya “Kenalin, namaku rihana khoirunisa. Biasa dipanggil Hana” Ucapnya sambil mengulurkan tangannya
“Iya, salam kenal juga hana” Balasku
 ♥️
Setibanya dirumah tubuhku merasa kesal, capek, batinku ingin menjerit mengakhiri semua tapi aku tak bisa. Aku terlihat lesu dengan tas yang semula baru sekarang terlihat kotor. Rambut kepang yang semula rapi sekarang terlihat acak acakan.
Aku langsung memasuki kamar dan langsung membaringkan tubuhku di kasur. Aku langsung memejamkan  mata sambil mengingat ngingat semua kejadian kejadian disekolah tadi. Aku menangis, ingin sekali semuanya berakhir. Aku menceritakan segala yang ku alami di sekolah kepada bi Ijah, dan seperti biasa bi Ijah menasehati dan memberiku semangat agar bisa bangkit kembali.

Sebulan sudah aku menjalankan kehidupanku sebagai sosok sherli. Tak luput dari cemoohan orang lain, pemakaian nama cupu dan menjadi bahan bullian siswa lain yang menganggap diri mereka lebih tinggi derajatnya dari orang lain, dan jangan lupakan geng angel. Yahh..mereka tidak pernah absen untuk tidak membuliku. Namun aku melewatinya dengan penuh kesabaran karena aku memiliki sahabat yang selalu mendukungku, melindungiku, menghiburku dikala sedih dan selalu ada untukku ketika aku sedang kesusahan, dialah Hana. Teman sebangku sekaligus sahabatku. Hana sudah mengetahui identitas asliku dan alasan mengapa aku bisa menjadi sherli. Yah aku sudah memberitahunya.
Aku memutuskan bahwa besok aku akan menyelesaikan misiku untuk menuntaskan pembulian  yang sering terjadi di sekolah ayahku  ini
 ♥️
Pagi ini aku kembali menjalankan rutinitasku disekolah. Kali ini aku tidak memakai kaca mata dan dengan rambut yang tergerai sempurna serta aku tidak lagi menggunakan sepeda, melainkan menggunakan mobil pribadi.
Sesampainya disekolah aku  langsung mendapatkan tatapan kagum dari seluruh siswa dan tidak menyangka bahwa anak pemilik sekolahan bisa berada di sekolah. Mereka semua menatap bingung diriku. Karena menempati tempat yang biasa ditempati oleh sherli “Si CUPU”
Dan setelah tiba masanya ketika aku mengatakan yang sebenarnya tentang diriku. Mereka semua yang pernah membuliku memohon mohon agar tidak dikeluarkan dari sekolah dan berjanji ingin berubah. Jangan kira aku tidak mempunyai hati sampai tega mengeluarkan mereka dari sekolah. Tenang saja mereka hanya diskors selama sebulan dan mendapatkan peringatan.

Tujuan kita bersekolah adalah untuk menuntut ilmu, bukan malah untuk memamerkan tahta, kekayaan ataupun untuk membuli...Lantas buat apa orang tua kerja keras membanting tulang demi menyekolahkan kalian? Jika kalian malah membuang kesempatan itu dengan sia sia.


TAMAT

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

kepalangmerahan